WBN – Legiun Mangkunegaran terlibat dalam perang Aceh ke-2 pada tahun 1873-1874. Awalnya Legiun Mangkunegara disiapkan bukan untuk perang di Aceh tetapi untuk memadamkan pemberontakan di Kalimantan pada tahun 1860-an, tetapi dibatalkan. Pasukan yang telah disiapkan akhirnya dikirim untuk menjadi pasukan bantuan perang Aceh. Legiun bergabung dengan KNIL.

Di bawah kepemimpinan KPH Gondosuputra dengan kekuatan 180 personil (2 perusahaan). Mereka berangkat dari Semarang bersama pasukan lain dari Madura dan Pakualaman Yogyakarta. Selama perang ini, Sultan Aceh mundur ke bukit-bukit sehingga Belanda mengumumkan pembubaran kesultanan Aceh di Banda Aceh.

Untuk layanan ini, Mangkunegara MN IV dianugerahi Ridder Kruis (Rider Cross) atau Salib Noble Militaire Willems Order (MWO) Kelas IV.

NN